Kamis, 04 Februari 2016

I'm happy today!

Bahagia adalah roda kehidupan yang harus diperjuangkan. Karena bahagia tak sekedar di dapat dari menjalani kehidupan biasa saja. Tetapi, butuh energi lebih untik dapat bahagia. Ah, tidak. Tidak begitu. Benarkah bahagia se-rumit itu? Rasanya, Tuhan tak pernah menyusahkan kita, termasuk perkara bahagia. Yang terpenting adalah syukur. Rasa syukurnya dilipat-gandakan, bahagia-nya tak terkira. Selamat malam, hari ini begitu mem-bahagia-kan bukan?

Alhamdulillah, Tuhan Maha Baik, selalu menyelipkan bahagia pada umat Nya. Syukurnya ditambah, ya :)

Kamis, 24 Desember 2015

Fashion Mood-Board

Firstly, you have to know why this is a very useful tool and what a moodboard is used for. It's one of the most important steps to help you formulate all of your big ideas!

Well, what is Mood-Board?

A mood board is a tool used by fashion-designers to help them get a good idea. Mood boards are basically collages of items such as photographs, sketches, clippings, fabric swatches and color samples. A fashion mood board usually has sketches of garments as the main focus of the board. Fashion boards may also have magazine clippings or other sketches of what inspired the designer such as pictures. 

Your mood board ideas consist of everything that you like and dream about having in your design project.There are many tools you can use to create a mood board. Sometimes printing out images and sticking them on a cork board works. 

So, let's create a mood board. Take your holiday with a productive thing, hiyey!




Jumat, 11 Desember 2015

Tuhan memberikan, saat kita siap menerima

(Pic from Google)

Hidup itu kudu di target, kudu dikejar, enggak asal jalanin doang” pesan Ustadz Yusuf Mansur di berbagai ceramah beliau. Termasuk perkara jodoh.

Ditargetin dong, bos, kagak asal yang penting dapet jodoh aje” “Lah elu, suruh nikah ogah, tapi pacaran mulu” beliau menambahkan, dengan gaya khas Ustadz Yusuf Mansur.

Kejar target? Kenapa enggak? Emang ada yang salah? Lawong dengan menikah berkahnya luar biasa, dengan menikah Allah bukakan pintu rizki dari segala arah. Janji Allah pasti, manusia-nya aja yang kepinteran, kebanyakan mikir ini-itu. Terlalu perhitungan sama perkara dunia.

“Kok doa-nya gitu sih? Kok ditarget umur 25 gitu? Itu kan men-dikte Allah namanya?”

Ini nih, yang begini ini nggak percaya banget sama kuasa Allah. Sejak kapan kita yang manusia biasa ini bisa men-dikte Allah. Semua yang terjadi sama kita ya atas kehendak-Nya, nggak ada itu istilah men-dikte. Kalau Allah KUN, FAYAKUN. Allah berikan yang terbaik buat kita, jika kita dimampukan Allah menikah sesuai dengan target umur kita, Allah memudahkan jalan kita.

Wes to, percaya. Yakin.

Nah, kalau udah di target gitu, ngejarnya pakai doa, usaha, ikhtiar. Perbaiki diri terus, terus dan terus. Perkara Allah meng-ijabah-nya di usia berapa, usaha kita untuk menuju ke usia 25 akan menikah itu kudu total, doa bener minta sama Allah. Yakin, percaya, Allah memudahkan. Jangan asal jalanin hidup aja, lempeng aja nggak ada target sama sekali. Bakal beda ikhtiarnya kita.

Tuhan Maha Oke.

Allah, Maha Pemurah, Maha Mengabulkan doa umat-Nya. Tapi kitanya yang sibuk merevisi doa-doa kita.

“ya Allah, pingin banget nikah di usia 25 tahun, tapi kan itu masih masa-masa meniti karir ya Allah, kalau gitu umur 30 tahun aja ya Allah, tapi kalau mau bikin pesta pernikahan yang mewah kan perlu banyak nabung, 35 tahun saja ya Allah”

Terus, terus dan gitu terus. Kita sibuk me-revisi doa-doa kita, tidak menyibukan dalam menjemput dan mengikhtiarkan target kita. Padahal, bisa jadi Allah sudah menghadiahkan seorang jodoh untuk kita tepat di usia 25 tahun, tetapi kita yang tidak siap hanya karena disibukkan dengan perkara dunia.

Sudahlah, segala niat baik, diluruskan saja. Insyaallah, kemudahan demi kemudahan akan Allah berikan untuk kita semua. Insyaallah.

Yang terpenting, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Percaya. Yakin.